Judul: Benang Merah Sejarah Cikao yang Terlupakan
Penulis: Wawan Darmawan
Halaman: 143
Ukuran: A5 (21 x 14 cm)
ISBN: Masih dalam Proses


Di balik derasnya arus Sungai Citarum dan hiruk-pikuk Purwakarta masa kini, tersimpan kisah panjang tentang Cikao—sebuah wilayah yang pernah menjadi simpul penting perdagangan, pelayaran, dan peradaban di Tatar Sunda. Sayangnya, jejak-jejak sejarah itu perlahan memudar, tertutup oleh waktu dan minimnya dokumentasi yang dikenal masyarakat luas.

Melalui buku Benang Merah Sejarah Cikao yang Terlupakan, pembaca diajak menelusuri kembali kepingan-kepingan sejarah yang terserak: dari pelabuhan kuno yang menghubungkan pedalaman Priangan dengan Batavia, gudang kopi yang menjadi saksi kejayaan ekonomi kolonial, hingga kisah para tokoh, budaya, dan warisan lokal yang membentuk identitas Cikao hari ini. 

Buku ini tidak hanya menghadirkan fakta sejarah, tetapi juga mengajak pembaca memahami bagaimana sebuah wilayah kecil dapat memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Jawa Barat. Sebuah upaya merangkai kembali benang-benang masa lalu yang hampir terlupakan, agar warisan sejarah Cikao tetap hidup dan dikenang oleh generasi mendatang. 

"Karena sejarah yang terlupakan bukanlah sejarah yang hilang, melainkan sejarah yang menunggu untuk ditemukan kembali."