Judul: KOTA KECIL YANG SUNYI
Penulis: Giga Giskia Galindra
Halaman: 192
Ukuran: 21 x 14 cm
ISBN: Masih dalam Proses

Sinopsis

Hampir seluruh kisahnya berpusat pada Borgir, seorang seniman, penulis, atau sutradara teater yang melankolis dan hidup dalam kemiskinan, serta Yani, perempuan yang ia cintai. Latar yang berulang adalah Tanjungsari, kota kecil yang tampak tenang tetapi menyimpan banyak orang berbakat yang memilih diam dan memendam luka. Kisah pembuka menceritakan Borgir di bangku SMA pada 2018 yang jatuh cinta pada Yani tanpa pernah berani mengungkapkannya. Ia memilih menjadi pendengar ketika Yani disakiti pacarnya, lalu mengikhlaskan ketika mereka berpisah dan kembali bertemu bertahun-tahun kemudian dengan jalan hidup masing-masing.

Dari kisah inti itu, buku ini menghadirkan banyak variasi dengan pertanyaan yang sama: apakah mencintai berarti memiliki, hadir, atau rela melepaskan? Borgir dan Yani muncul sebagai pasangan yang berpisah karena cinta yang terlalu abstrak di panggung teater, sebagai golem batu yang mengorbankan inti hidupnya demi kebahagiaan seorang putri, sebagai dua jiwa yang mencari makna lewat Rumi, Sartre, dan Camus, atau sebagai kekasih yang akhirnya bersatu di Bandung. Di sela kisah cinta itu, ada cerita tentang depresi dan kesepian, hubungan ayah dan ibu dengan anaknya, seorang pemberontak nihilis yang terjerat narkoba lalu bangkit, serta alegori tentang kota yang dikuasai bayang-bayang kebohongan dan komunitas seniman yang melawan ketidakadilan.

Menjelang akhir, Borgir tampil sebagai seniman terakhir di teater tua yang akan dirobohkan, sementara istrinya, Nuryani, bersuara tentang kelelahan mencintai seniman yang miskin, dan renungan penutup menyimpulkan bahwa cinta sejati bukan tentang menahan seseorang, melainkan tentang kehadiran yang tulus dan keberanian untuk melepaskan tanpa kebencian. Dengan gaya yang puitis dan sarat kutipan filsuf serta sastrawan, buku ini menegaskan bahwa kesunyian bisa menjadi kutukan sekaligus ruang tempat cinta, seni, dan makna hidup menemukan bentuknya yang paling jujur.