TULUS
Tulus lahir dari ruang-ruang sunyi yang sering
kali luput dari perhatian: bangku kelas yang penuh coretan mimpi, halaman buku
tulis yang menyimpan kegelisahan, tawa, luka kecil, dan harapan yang belum
sempat diucapkan. Dari sanalah cerita-cerita dalam buku ini tumbuh—jujur,
sederhana, dan apa adanya.
Antologi
cerita pendek ini merupakan jejak keberanian para pelajar SMP Negeri 2
Tanjungkerta dalam menyapa dunia lewat kata. Melalui Gerakan SPENDUTA Menulis
Buku, para penulis muda belajar bahwa menulis bukan sekadar merangkai kalimat,
melainkan merawat rasa, menyelami empati, dan me-nyampaikan kejujuran hati.
Ketulusan itu terasa nyata di setiap cerita: tentang persahabatan yang retak
lalu pulih, keluarga yang diam-diam menjadi sandaran, mimpi-mimpi kecil yang
terus diperjuangkan, serta kegelisahan remaja yang tumbuh bersama waktu.

Posting Komentar
0 Komentar