Antologi puisi ini menghimpun suara-suara yang pernah diletakkan di atas meja makan: puisi-puisi yang ditulis, dibacakan, dan dipamerkan dalam kegiatan Puisi-puisi di Atas Meja Makan, sebuah perhelatan yang berpuncak di akhir tahun 2025 di Limasan’s Finest. Meja makan, yang biasanya menjadi tempat berbagi hidangan, kali ini menjadi saksi perjamuan rasa—tempat puisi disuguhkan, ditatap, dan dirayakan bersama. Di sanalah kata-kata tak lagi sekadar dibaca, tetapi dihadirkan, diperte-mukan, dibuyikan, dan dipulangkan pada maknanya.