Alih-alih sebagai antologi puisi, buku ini diniatkan sebagai luberan atau kumpulan pemikiran, perasaan penyair. Lewat judulnya, “Pemikiran, Anak Pertiwi — Terbulanisme”, buku ini menyebut dirinya sebagai ruang tumpahan pemikiran seorang anak dari si Ibu Pertiwi beserta rasanya.